Akhirnya terbayar sudah. Perjuangan penuh air mata dan segala emosi, menghasilkan angka di atas ekspektasi saya. Saya berekspektasi tidak akan mendapatkan IP lebih dari angka 2,9, kalo melihat performa saya di KomArs yang bahkan saya aja jijik ngeliat sketsa hasil karya sendiri. Alhamdulillah ternyata Allah memberi kesempatan ke saya untuk merasakan IP di atas 3, dan meyakinkan diri saya bahwa saya memang bisa. Dan makasih buat semua orang yang udah mensupport dengan cara apapun untuk bertahan di jurusan Arsitektur. Mungkin makasih aja ga cukup, but I'll do my best in next terms. I promise.Seandainya bisa dapet A satu lagi, ya, seandainya saja. Tetapi lihat di sidebar, satu wish saya terpenuhi. Hal yang bagus. Alhamdulillah.
Target saya di 2011 adalah menghilangkan satu nilai C dan menggantinya jadi B, atau A. Mana saja boleh. Yang penting di KHS semester-semester berikutnya hanya boleh A dan B yang menampakkan wajahnya. Lain dari itu, tidak akan. Percintaan? Oh nanti dulu. Saya masih berpendapat, kekeuh, kalo cinta itu datang sendiri. Tapi tetep, saya itu pemilih.
Saya juga melewati 2010 dengan banyak senyum dan tetep aja banyak sedihnya juga. Sedih karena lepas dari SMA, sedih karena harus pisah sama temen-temen SMA, tapi yang pasti saya ga sedih soal percintaan. Sedih karena tugas pertama studio cuma dapet C, sedih karena merasa ga mampu kuliah di jurusan yang katanya nomor dua tersulit setelah Kedokteran, sedih karena UTS Teknologi Arsitektur cuma dapet C, sedih karena iPod kesayangan saya hilang dicopet di halte busway, dan sedih karena banyak hal, tetapi saya harus tetap bangkit dan jalan seperti biasa.
Di satu sisi saya mendapatkan banyak kebahagiaan di tahun 2010. Dari akhirnya saya dapet KTP dan SIM (walaupun sekarang udah hampir lupa caranya nyetir), disurprise-in temen-temen SMA di malam ulangtahun (yang sayangnya ketauan karena, maaf, ayah saya ga pinter jaga rahasia), lulus dari SMA dengan NEM yang cukup lumayan, menghabiskan waktu prom bareng temen-temen (bukan sama promdate, walaupun ada sih datenya tapi ternyata kita emang ga cocok alias cuma biar keliatan punya date haha), masuk kuliah, mulai kuliah, ketemu orang-orang hebat yang punya mimpi sama, dan masih banyak lagi. Semua itu patut disyukuri, dan yang pasti Allah masih mengizinkan saya hidup sehat sampai detik ini. Alhamdulillah.
Di 2010 saya juga mengalami perubahan. Mungkin di tahun 2009 "optimisme" itu cuma gerakan mulut saja, tetapi di 2010 saya benar-benar merasakan betapa menyenangkannya hidup optimis setiap hari. Kalimat "saya pasti bisa" selalu saya ucapkan dalam hati, mungkin jadi sejenis mantra agar saya bisa melewati hari-hari dengan senyum. Saya juga merasa saya lebih berani dalam mengambil keputusan. Dulu, apa-apa saya masih tanya ayah-ibu saya "boleh tidak?", tetapi saya kini dihadapkan kenyataan bahwa umur saya 17 tahun (sebentar lagi 18!), yang itu berarti harus mengambil keputusan sendiri karena pada akhirnya nanti saya memang akan hidup sendiri.
Tentunya keberanian mengambil keputusan (dan mengeluarkan pendapat) juga harus diiringi dengan tanggung jawab yang sama besarnya dengan keberanian tersebut. Untuk hal ini, resolusi saya di 2011 adalah bisa meningkatkan tanggung jawab tersebut. Saya pasti bisa. Percintaan? Yah siapa sih yang ga berharap, apalagi saya sudah jomblo hampir selama 18 tahun, untuk mendapatkan pacar? Saya memang berharap, tapi itu bukan prioritas utama saya. Toh hampir 18 tahun ini, saya happy dan "hidup" aja tuh tanpa pacar. Saya merasa bebas, kemana-mana bisa sendiri, dan ga ada yang nelfonin saya cuma buat nanya "kamu dimana" atau "kamu udah makan apa belum". Untuk sementara, saya menikmati hidup jomblo dulu yang kemana-mana bareng temen-temennya. Suatu hari nanti, mungkin, kalau sudah siap, atau kalau semua teman saya sudah punya pacar.
PS: SONY WALKMAN yang diiklani oleh YUI selalu bagus dan menggoda. Atau YUI yang bikin jadi bagus. Atau apa. Tapi tetap terlihat bagus. Seandainya iPod Classic ada warna merahnya.... *namanya jadi bukan Classic lagi dong*

No comments:
Post a Comment