Gue orangnya sangat memikirkan apapun, apapun itu, dan anehnya, gue memikirkan urusan yang seringnya melibatkan gue sebagai "penonton". Atau sekalipun gue mikirin urusan gue sendiri, yang ada bukannya "mikirin" tapi "menyalahkan diri sendiri" atau "bertanya kepada diri sendiri" atau yang paling sering "berusaha melupakan". Nahlho. Kayak misalnya gini, gue bakal kepikiran sampai 1-2 hari ke depan kalo temen gue diomongin atau terlibat masalah, padalah itu bukan masalah gue, dan seharusnya gue sebagai penonton di tribun, memeriahkan doang. Atau kalo misalnya yang berhubungan sama gue nih, misalnya ada si A (A yang berbeda dengan "A"; oh sudahlah Anda tidak akan mengerti) yang bilang macem-macem ke gue, terus bukannya gue mencerna dan bilang "Oooh" tapi malah gue
Gue juga suka bingung apakah sikap dan sifat gue sehari-hari ini salah. Gue suka dibilang "lo jangan kayak gitu dong blablablablabla" (biasanya sampe 3 paragraf, tapi yg nyangkut di otak gue cuma awalnya doang). Atau "makanya jangan kayak anak kecil" (ini paling sering; gue sampe kenyang terus lama-lama mengumpul di kuping gue terus gue jadi budek) yang biasanya langsung gue jawab "emang dewasa tuh apa?". Ada yang bilang "mengerti orang lain", terus gue pernah menemui kasus dimana gue mencoba mengerti, ternyata orang tersebut malah ga suka. "Kalem diem diem gitu", yeee kalo kalem sih bukan masalah dewasa, itu masalah itu orang bisa merangkai kata apa ga, masalah itu orang kepribadiannya gimana, bukan masalah "jalan pikirannya". "Ga defensif"? Ya masa lo mau membiarkan diri lo diserbu? Anak kecil aja ogah, apalagi yang udah bisa mikir!
So, the bottom of the bottom lines is: gue masih bingung dewasa itu apa artinya, gue masih ingin melanjutkan hidup gue, so don't push me (ga ada yang bilang sih, tapi society pushes me too hard). And I'm trying to not think about people's problems.

No comments:
Post a Comment